Fiaters, Indofiat yang tidak pernah lepas dari hal-hal fenomenal kini kembali memasuki babak baru, setelah lama malang-melintang di alam khayal, Indofiat mulai lebih membumi. Peresmian sekretariat pertama Indofiat pada 24 Januari 2009 telah menjadi tonggak sejarah baru dan patut dicatatkan ke dalam agenda sebagai salah satu peristiwa bersejarah di Indofiat yang pantas diperingati setiap tahun, selain ulang tahun Indofiat tentunya. Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Mas Gatut sekeluarga atas perkenannya menyediakan tempat yang selama ini kita cari-cari. Sekretariat Bumi Indofiat yang menyatu dengan bengkel tentunya sangat ideal bagi kalangan pehobi seperti kita ini. Dengan lokasi parkir yang dapat menampung lumayan banyak mobil dan aula yang cukup memadai, kini kita tidak lagi kesulitan menemukan titik koordinat (0,0) sebagai kiblat Indofiat. Technical gathering, silaturahmi, arisan, atau apa pun kegiatannya dapat dilakukan pula di sini. Kombinasi alam khayal dan alam nyata akan diuji kehandalannya di titik ini. Dalam sound track film Laskar Pelangi, Nidji menuturkan, ”Mimpi adalah kunci bagi kita menaklukkan dunia...” Nah, mimpi kita selanjutnya, sekretariat ini akan dilengkapi pula dengan perpustakaan. Bagi Fiater yang kebetulan memiliki OWM (Owners Workshop Manual), katalog part, kliping-kliping kegiatan dari berbagai media massa, rekaman kegiatan-kegiatan Indofiat, foto-foto, maupun media lain yang berhubungan dengan Fiat atau Indofiat, boleh menitipkannya di perpustakaan ini agar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama. Yang kebetulan di rumahnya ada kelebihan rak buku, bolehlah disumbangkan sekalian. Interior sekretariat kita ini pun telah dihiasi aneka foto kegiatan Indofiat, nuansa Indofiatnya mulai kental terasa. Kegiatan R&D (Researh & Development) pun akan mulai banyak dipusatkan di tempat ini. Jika suatu saat nanti dikehendaki, saya pun mempersilakan si ipb (ijo-putih bluwek) yang sudah sangat merana itu untuk ”dimuseumkan” di sini sebagai salah satu saksi sejarah. Ini lho biang keladinya Indofiat. :) Saya yakin dan percaya bahwa dari titik koordinat (0,0) ini akan banyak ide gila yang bakal muncul. Kalau Indofiat sudah mulai ”gila”, salah satu iklan rokok bilang, ”Others can only follow...” (Yang lain cuma bisa ngikutin…). Posisi Indofiat sebagai trendsetter (biangnya tren), khususnya di dunia perfiatan Indonesia, memang belum tergoyahkan. Penampilannya di setiap perhelatan nasional pun selalu eye-catching dengan seragam merah-putih-hijau-biru. “Indofiat itu selalu tampil kompak dan bersemangat,” demikian ungkapan Mas Dwi (Indofiat Semarang) dalam salah satu postingnya. Akibat lama berbasis di dunia khayal, Indofiat memang selalu menampilkan khayalan indah akan dunia Fiat. Membuai, mempesona, merayu, mengajak hingga akhirnya “menjerumuskan” siapa pun ke dalamnya. Anehnya, yang sudah terjerumus malah seperti nggak bisa disadarkan dan dipulihkan lagi seperti sediakala, makin nyandu dan piaraannya malah beranak-pinak hingga luber keluar garasi. Bagi sebagian orang, Fiat tidak ubahnya seperti mobil-mobil tua lainnya yang sering merongrong dan menyusahkan, namun mengapa di tangan Indofiat paradigma itu tidak berlaku? Apa yang terjadi? Tingkatan pelayanan (level of service) yang diberikan oleh Indofiat ternyata melebihi apa yang diharapkan oleh membernya. Indofiat tidak semata-mata menyentuh Fiatnya, namun justru lebih memberi sentuhan yang humanis ke dalam hati pemiliknya sehingga hati itulah yang akhirnya berkumpul di Indofiat hingga saat ini. Bahkan Indofiat telah mampu memberikan ”tingkatan gengsi” dan ”tingkatan kebanggaan” yang tinggi sebagai bentuk sentuhan lainnya. Kini kita tinggal menyaksikan apa jadinya bila konsep alam khayal yang selama ini berjalan dicangkokkan ke dalam alam nyata, dan Indofiat yang melakukannya. Indofiat mulai eksis di darat. Nanti mulai muncul sokbreker cap Indofiat, moncong knalpot cap Indofiat, dan entah apa lagi. Bukan sokbreker atau moncong knalpotnya yang menjadi tujuan utama Indofiat, namun sekali lagi hati pemakainya yang ingin diberi sentuhan. Begitulah kira-kira konsep Manajemen Qolbu ala Indofiat. Setelah sekian lama nggak nulis di sini, herannya kok saya jadi seperti mulai nyandu lagi nulis panjang-panjang untuk Indofiat. Yang lebih mengherankan lagi, kok ya pada betah ngikutin terus apa yang saya tulis :) Sebelum akhirnya saya benar-benar terjebak di alam khayal ini hingga nggak bisa disadarkan seperti Anda, saya harus segera kembali ke alam nyata dan mengakhiri tulisan ini. Jika dalam beberapa hari ke depan ternyata tulisan-tulisan saya muncul lagi, itu artinya memang saya sudah mulai nyandu kembali. Harap maklum. Salam nyandu, Soni Astranto |