Report from Enduro 100 Sentul Mulanya di akhir 2008 selesai pameran di Kemayoran bung Rendi minta AROCI ikutan Enduro 100 untuk kelas R(etro)selama 1 jam dan tawaran langsung disambut baik Kali ini si Bojret diutus untuk mewakili AROCI berdampingan dengan Old SKOOL (Fiat 124 Sport CC) milik bung Fery dari IndoFIAT membentuk Italian Racing Team Karena mesin si Bojret masih ngebul dan performanya gak optimal diambil jalan pintas memindahkan mesin + transmisi si GTAm Merah, sekaligus mempersiapkan GTAm untuk modifikasi steering box menjadi rack & pinion. Maklum selama ini si GTAm minjem steering box ke GTV 1750 sehingga mobil donornya gak bisa jalan. Formasi Team adalah: Team Manager: Rizy /G-350 Driver 1 si Bojret: Zafar Driver 2 si Bojret: Peter Reinhart (supir tembak dari Sunbeam Alpine…) Driver 1 Old SKOOL: Fery P. Wibawa Driver 2 OldSKOOL : Adi Wicaksono (supir tembak dari Datsun Team) Mekanik: Oom Gatut I, Bung Nana Hadi M, Fernando, Adi, Trisno, Bogel dan Yudi. Fotographer: Bung Heru (minjem dari BMWCCI) Setelah scrutineering selesai diketahui bahwa peserta kelas R(etro) ada 6 mobil, yaitu: Lancer SL: Pak Djembar & Rudy Datsun P510: Pak Dwi & Rendi BMW 316 M10: Gerry N & Deffi Corolla DX: Denny P & Wiwi 2 mobil dari Italian Racing team Sayang boss Uthan lagi lihat gerhana matahari sambil merayakan Imlek di Bali (apa hubungannya ya?) jadi BMW 2002 gak bisa ikut dan 320 E21nya bung Heru masih masalah di transmisi jadi hanya ikut sebagai fotographer… Hari Jumat hanya sempat scrutineering dan karena latihan resmi (gratisan) jatuh di hari Sabtu maka saya baru bisa ‘kenalan lagi’ dengan si Bojret hari Sabtu. Kalau performa mesin walaupun unitnya sama tapi mungkin karena exhaustnya beda terasa lain dari sewaktu di GTAm. Sekarang torque dibawah terasa kurang (biasa2 aja) tapi kalau di’bejek’ abis napasnya panjangan. Lain halnya dengan handling si Bojret tidak se’lengket’ si GTAm tapi lebih toleran terhadap kesalahan, hanya sayangnya LS tidak bekerja baik jadi ban kiri sering overspin saat belok kiri di Skecil dan Sbesar. Best time sewaktu latihan adalah 2:07, mungkin karena masih ‘kenalan’. Sabtu jam 13:00 kualifikasi dilakukan dengan mendapatkan rata2 best lap time dari kedua driver, yang harus dilakukan dalam 30 menit dan driver 1 hanya dapat waktu 10 menit pertama. Setelah mencoba 5 laps saya dapat best time 2:05 besar dan Peter dalam 5 laps mendapat 2:10 kecil sehingga rata2 menjadi 2:08. Surprise, ternyata si Bojret masih terbaik dalam kualifikasi di kelas R sehingga untuk pertama kalinya duduk sebagai pole position!!! Selesai kualifikasi dicheck ternyata disc pad belakang sudah habis-bis hampir ketemu besinya, langsung pesen delivery order ke pak Sabar, thanks ‘Bar! Minggu pagi mobil disiapkan olie mesin dan gardan diganti, bensin diisi penuh dan semua dicheck lagi, ternyata ban depan kanan sudah ada yang belah terpaksa diganti dengan spare yang ada dan ban belakang diganti yang brand new. Setelah warm up lap dirasakan bahwa performa mobil tetap OK dan handling juga mantap walaupun ban belakang masih sangat baru. Strategi balap diterapkan adalah sbb: · Driver 1 akan menjalankan 13 lap (regulasi minimum 10 lap), sisanya Driver 2 sampai waktu 1 jam habis dengan target total laps 25 · Karena cuma 1 jam dan diperkirakan total laps 25, jadi tidak perlu isi bensin maupun ganti ban, jadi start dengan bensin penuh dan ban belakang baru · Ban dipersiapkan untuk antisipasi kempis: 1 buah ban depan dan 2 sets ban belakang masing2 untuk kering dan basah (Neova) · Kalau tidak ada laporan Driver tentang masalah di mesin, kap mesin tidak dibuka sama sekali. · Untuk menjaga kesegaran Driver (maklum sudah 50+ semua) dipasang Camelback berisikan Pocari Sweat, hanya selangnya terpaksa dipakai bergantian Start dilakukan setelah foto session dan karena si Bojret di pole position maka dapat umbrella girl (wah oldest driver with beautiful umbrella girl, ada fotonya di bung Heru). Tadinya saat start si Bojret mau bikin ‘atraksi’ menyusul ternyata dasar memang gak boleh takabur, bukannya menyusul malahan disusul oleh Lancer (Djembar) dan Datsun (Dwi) gara2 ‘mis-gear’ ke gigi 4 bukannya ke gigi 2. Lima lap pertama masih mencoba kejar yang depan dengan batas 6000RPM tapi karena ini adalah enduro race maka kemudian batas diturunkan ke 5500, bahkan 5000 RPM. Lap time berkisar dari 2:07 sampai 2:11 dengan majoritas di 2:10. Karena startegi menjaga kondisi mesin maka upaya dialihkan untuk bisa belok dengan secepat2nya dan sedekat mungkin ke tikungan. Nah, ini yang paling menyenangkan karena sirkuit relatif kosong dan jarak dengan mobil kelas R dibelakang cukup safe maka saya bisa ‘practise’ memperhalus di tikungan, dan ternyata hasilnya lumayan memuaskan dengan limit 5000 – 5500 RPM bisa konstan di lap time 2:10an. Setelah 13 laps pit board menunjukkan tanda ‘IN’ maka saya masuk di lap ke 14 dalam posisi ke 2 di kelas R dan langsung diganti broer Peter tanpa mematikan mesin karena takut trouble saat restart. Sebetulnya di beberapa lap terakhir saya lihat Oil Press sudah turun ke angka 20 dan Water temp mendekati angka 90an, jadi saya berdoa saja mudah2an mesin tetap bertahan sampai finish Broer Peter langsung berangkat dengan hati2 karena Pit Speed Limit adalah 60km/h kemudian meneruskan race dalam posisi kedua di kelas R dengan lap time 2:12 sampai 2:25. Di beberapa lap terakhir kita di pit wall memberi kode ‘Slow Down’ karena waktu sudah hampir habis dan jarak dengan posisi di belakangnya cukup jauh sehingga sebaiknya kemampuan mobil dijaga agar tetap bisa finish. Akhirnya tepat 1 jam sejak start bendera finish untuk kelas R dikibarkan dan broer Peter masuk di posisi kedua dengan total laps 27, yaitu 2 laps lebih banyak dari target semula, alhamdulillah! Sayangnya si Old SKOOL hanya bertahan 15 laps akibat overheating dan bung Fery mencapai target 13 laps sementara Adi hanya sempat mencapai 2 laps saja. Setelah masuk ke timbangan broer Peter kesulitan masuk gigi 1, ternyata entah kopeling sudah habis atau sistem hidrolisnya lemah, pokoknya si Bojret susah pindah gigi, rupanya ini penyebabnya mengapa lap time dia naik terus…. Mungkin kalau ditambah 15 menit lagi bisa2 si Bojret ‘istirahat’ alias DNF tuh, memang rejeki si Bojret lagi bagus hari itu, alhamdulillah… Balapan kelas Ford Focus dilanjutkan sampai 2 jam dan kelas Umum sampai 4 jam dengan sisa hanya 2 finisher. Pemberian hadiah dilakukan di Press Room lantai tiga karena diluar hujan, dan yang paling gaya adalah sesi Press Conference dimana setiap pembalap diberi kesempatan untuk mengomentari jalannya balapan, wah rasanya benar2 kayak F1 tuh! Hadiah untuk kelas R ternyata cukup besar yaitu 10jt unuk pertama, 7.5jt untuk kedua dan 5jt untuk ketiga, nah sekali lagi bukti bahwa Retro adalah komunitas dan bukan hanya kelompok pembalap yaitu semua pemenang sepakat membagi hadiahnya kepada semua peserta kelas R (6 mobil), langsung dapat tepuk tangan meriah dari yang hadir. Selesai pembagian hadiah kita pulang sama2, OldSKOOL digendong ke PI Automotivenya mas Gatut, si Bojret dipaksa jalan dengan Broer Rizy dan alhamdulillah semua orang Italian Racing Team pulang dengan selamat setelah mampir makan di Shell Food Court . Next project adalah persiapan Retro seri ’09, yaitu: perbaikan setir GTAm, instalasi mesin 2000cc donasi dari broer Cecil dan persiapan latihan menggunakan si Bojret dengan kursi tambahan. Tahun 2009 sudah dibuka dengan hasil yang memuaskan mudah2an hasil tetap dipertahankan dalam seri Retro selanjutnya Terima kasih kepada Team IndoFIAT, Garasi 350nya broer Rizy, AROCI , SPEEDY Motorsports, Komunitas Retro dan teman2 supporters lainnya dengan harapan tahun depan kita ketemu lagi di Enduro 100 2010. Salam, Zafar |